Ratu Bunga

Tak ada cinta yang tak menyayatkan 

Memberi luka sebagai pembelajaran

Hari ini aku memilihmu

Sebagai ratu walau tahu kau seperti batu

 

Aku terlalu mencintaimu dengan keras kepala

Aku memaknai kehadiranmu walau tiada

Begitulah bentuk rindu dan penantiannya

Hari ini ku sematkan cincin indah

 

Mencintai tak nampak dari pelupuk mata

Namun hati tak pernah terduga

Menerimaku dengan segala kekurangan

Terima kasih Ratu, untuk segala macam hal yang telah kau berikan

Akulah Rasa Bahagia Yang Sesungguhnya

Meramu kata menjadi sebuah percuma

Kau selalu mampu menjadi yang tak terduga

Awalnya ambigu

Lambat laun apresiasi itu muncul

 

Kau tak akan lelah

Aku percaya itu

Keras kepalamu selalu menjadi candu untukku

Namun aku muak

 

Muak karena kau selalu saja acuh

Lagi, dia yang selalu menjadi nomor satu

Adakah aku sedetik saja dalam ingatanmu?

Tiap waktu kau habiskan dengan menunggu

 

Kau pikir dia setia

Dia pikir kau bodoh

Tidak bisakah keras kepala untuk tetap memikirkanku saja?

Aku selalu ada untuk memohon

 

Aku selalu menganggap kau adalah hadiah dari semesta

Tertatih di suatu senja

Sia-sia mencari seseorang yang tak ada

Akulah rasa bahagia yang sesungguhnya

 

        -SSY

 

 

Bunga Papan Duka Cita

Bahasa bunga menyediakan cara untuk menyampaikan perasaan dengan mengirim pesan yang bermakna. Jenis bunga yang kita pilih dapat mengekspresikan sentimen yang spesifik.

Sebuah kematian yang sudah di takdirkan, tidak akan kembali dengan sebuah kesedihan dan air mata. Memang mengikhlaskan seseorang yang di sayang adalah hal yang paling sulit yang Tuhan ajarkan pada kita.

 Saat ini hanya doa yang bisa kita jadikan sebagai jalan untuk mendekatkan diri dan memohon kemudahan darinya atas segala musibah yang sedang kita alami saat ini.

 

Tulus Itulah Aku yang Sebenarnya

Mungkin aku bukan seorang pujangga yg mampu merangkai kata indah tentang cinta

Tapi aku bisa menceritakan kisah tentangmu dan tentangku yang penuh dengan cinta

Memutar waktu & kenangan yg tak mungkin di lupakan

Bersamamu aku bahagia

 

Mencintaimu dengan egois

Bukankah cinta memang egois?

Setia karena keras kepala mencintai

Seniman hati berkarya dengan cinta

 

Ramai dengan isi kepala penuh kata

Rayuan?

Bukan, aku tak pandai mengenalnya

Tulus itulah aku yang sebenarnya

 

Cinta dan Kecerdasan

Ada yang diam-diam mengendap dalam ingatan

Tanpa cinta, kecerdasan itu berbahaya, dan tanpa kecerdasan, cinta itu tidak cukup

Kecerdasan bisa mendekatkan segalanya

Cinta membuatku mengenalmu

Ia akan tetap menjadi cerita

Sekalipun kau membawa luka

Namun kau datang dengan menawarkan kebahagiaan

Cinta pula yang membuatku tidak pernah bisa berhenti menyayangimu

Kamu dan aku saling menyapa dalam padunan kata

Dunia nyata penuh dengan kejujuran

Kepastian ada karena keyakinan dari dua insan

Page 1 of 2